LAFADZ โAM
(ููุฃูู
ููุง ุงููุนูุงู
ู ูููููู ู
ูุง ุนูู
ูู ุดูููุฆููููู ููุตูุงุนูุฏูุง)
ู
ููู ุบูููุฑู ุญูุตูุฑู (ู
ููู ูููููููู ุนูู
ูู
ูุชู ุฒูููุฏูุง ููุนูู
ูุฑูุง ุจูุงููุนูุทูุงุกู ูู
ุนูู
ูู
ูุชู ุฌูู
ูููุนู ุงููููุงุณู ุจูุงููุนูุทูุงุกู) ุฃูู ุดูู
ูููุชูููู
ู ุจููู ููููู ุงููุนุงูู
ู
ุดูู
ููููู
|
|
Lafadz โam yaitu lafadz yang mencakup dua perkara atau lebih tanpa
batas. Diambil dari ucapan seseorang, โaku mengumumkan Zaid dan Umar dengan
pemberianโ dan ucapan โaku mengumumkan semua manusia dengan pemberianโ, yang
artinya aku membagikan secara merata pemberian pada mereka. Dalam lafadz โam
terdapat pemerataan.
|
Penjelasan :
Lafadz โam yaitu lafadz yang
mencakup dua perkara atau lebih tanpa batas. Contoh;
ููุงููุชููููุง ุงููู
ูุดูุฑูููููู
โMaka bunuhlah orang-orang
musyrikโ
Perintah membunuh berlaku
pada setiap orang yang memiliki kriteria musyrik.
Uraian
definisi :
1.
Lafadz : mengecualikan makna,
karena โam termasuk sifat dari lafadz.
2.
Mencakup dua perkara atau
lebih : mencakup satu persatu
dari perkara yang pantas masuk di dalamnya dalam satu tahapan (ุฏูููุนูุฉู). Mengecualikan;
a.
Lafadz muthlak. Lafadz ini tidak menunjukkan ุฃูููุฑูุงุฏู (satu persatunya) dari
perkara yang pantas masuk di dalamnya.
b.
Nakirah dalam rangkaian kalimat itsbat (positif), baik mufrad, tastniah
atau jamak. Seperti lafadz ุฑูุฌูููุ ุฑูุฌููููููู ุฑูุฌูุงูู.
c.
Isim โadad seperti lafadz ุนูุดูุฑูุฉู.
Catatan; sub b dan c mencakup perkara yang pantas
masuk di dalamnya dengan cara mengganti (ุจูุฏููู),
tidak secara umum dan menghabiskan keseluruhannya (ุงูุณูุชูุบูุฑูุงูู).
Contoh;
- ุฃูููุฑูู
ู ุฑูุฌููุงู (mulyakanlah seorang laki-laki!)
- ุชูุตูุฏูููู ุจูุนูุดูุฑูุฉู ุฏูุฑูุงููู
ู (bersedekahlah sepuluh dirham!)
Lafadz ุฑูุฌููุงู tidak mencakup setiap laki-laki, dan orang yang diperintah lepas dari
tuntutan dengan memuliyakan satu laki-laki tanpa ditentukan. Dan lafadz ุนูุดูุฑูุฉู tidak mencakup setiap โsepuluhโ, dan orang yang
diperintah cukup bersedekah sepuluh dirham satu kali tanpa ditentukan.
3.
Tanpa batas : mengecualikan isim โadad
dipandang dari sisi ุฃูููุฑูุงุฏู (satu persatunya). Dimana secara lafadz isim โadad
menghabiskan afrad-nya, namun hanya terbatas.
Contoh, lafadz ุนูุดูุฑูุฉู,
menghabiskan afrad tidak lebih dari jumlah yang terbilang.
(ููุฃูููููุงุธููู) ุงููู
ูููุถูููุนูุฉู ูููู (ุฃูุฑูุจูุนูุฉู ุงูููุงูุณูู
ู)
ุงููููุงุญูุฏู (ุงูููู
ูุนูุฑูููู ุจูุงููุฃููููู ููุงููููุงู
ู) ููุญููู ุฅูููู ุงููุฅูููุณูุงูู
ููููู ุฎูุณูุฑู ุฅููุงูู ุงูููุฐููููู ุฃูู
ูููููุง
(ููุงุณูู
ู ุงููุฌูู
ูุนู ุงููู
ูุนูุฑูููู ุจูุงููุงููู
ู) ููุญููู ููุงููุชููููุง
ุงููู
ูุดูุฑููููููู
(ููุงููุฃูุณูู
ูุงุกู
ุงููู
ูุจูููู
ูุฉู ููู
ููู ููููู
ููู ููุนููููู) ููู
ููู ุฏูุฎููู ุฏูุงุฑูู ูููููู ุขู
ููู
(ููู
ูุง ููููู
ูุง ูุงู ููุนููููู) ููุญููู ู
ูุง ุฌูุงุกูููู ู
ููููู ุฃูุฎูุฐูุชููู
(ููุฃูููู)
ุงูุณูุชูููููุงู
ููููุฉู ุฃููู ุดูุฑูุทููููุฉู ุฃููู ู
ูููุตูููููุฉู (ููู ุงููุฌูู
ูููุนู) ุฃููู
ู
ููู ููุนููููู ููู
ูุง ูุงู ููุนููููู ููุญููู ุฃูููู ุนูุจูููุฏููู ุฌูุงุกููู ุฃูุญูุณููู
ุงููููููู ููุฃูููู ุงููุฃูุดูููุงุกู ุฃูุฑูุฏูุชู ุฃูุนูุทูููุชููููู
(ููุฃููููู ููู ุงููู
ูููุงูู) ููุญููู ุฃูููููู
ูุง ุชููููู ุฃููููู
ู
ูุนููู
|
|
Lafadz-lafadz yang dibuat sebagai lafadz โam ada
empat macam.
1.
Isim mufrad
yang dimakrifatkan menggunakan alif lam, contoh:
ุฅูููู ุงููุฅูููุณูุงูู
ููููู ุฎูุณูุฑู ุฅููุงูู ุงูููุฐููููู ุฃูู
ูููููุง
โSesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugianโ
2.
Isim jamak
yang dimakrifatkan menggunakan alif lam, contoh:
ููุงููุชููููุง
ุงููู
ูุดูุฑููููููู
โMaka bunuhlah orang-orang musyrikโ
3.
Isim-isim
mubham, seperti;
ู
ููู untuk yang memiliki akal, contoh:
ู
ููู ุฏูุฎููู ุฏูุงุฑูู ูููููู
ุฃู
ููู
โBarangsiapa masuk rumahku, maka dia amanโ
ู
ุงู untuk yang tidak berakal, contoh:
ู
ูุง ุฌูุงุกูููู ู
ููููู
ุฃูุฎูุฐูุชููู
โApapun yang datang darimu, maka aku mengambilnyaโ
ุฃู baik jenis istifham, syarath atau maushul, untuk semuanya, yakni yang
berakal maupun yang tidak berakal, contoh:
ุฃูููู ุนูุจูููุฏููู
ุฌูุงุกููู ุฃูุญูุณููู ุงููููููู
โSiapapun budak-budakku datang padamu, maka berbuatlah baik padanyaโ
ููุฃูููู ุงููุฃูุดูููุงุกู
ุฃูุฑูุฏูุชู ุฃูุนูุทูููุชููููู
โApapun perkara-perkara yang kamu inginkan, aku
akan memberimu perkara ituโ
ุฃููููู menunjukkan tempat, contoh:
ุฃูููููู
ูุง ุชููููู
ุฃููููู ู
ูุนููู
โDi manapun tempat kamu ada, maka aku akan ada
bersamamuโ
ู
ุชู menunjukkan waktu, contoh:
ู
ูุชูู ุดูุฆูุชู
ุฌูุฆูุชููู
โKapanpun kamu ingin, aku akan mendatangimuโ
|
(ููู
ูุชูู ููู ุงูุฒููู
ูุงูู) ููุญููู ู
ูุชูู ุดูุฆูุชู ุฌูุฆูุชููู
(ููู
ูุง ููู ุงููุฅูุณูุชูููููุงู
ู) ููุญููู ู
ุงู ุนูููุฏููู
(ููุงููุฌูุฒูุงุกู) ููุญููู ู
ูุง ุชูุนูู
ููู ุชูุฌูุฒู ุจููู ููููู ููุณูุฎูุฉู ููุงููุฎูุจูุฑู
ุจูุฏููู ุงููุฌูุฒูุงุกู ููุญููู ุนูู
ูููุชู ู
ูุง
ุนูู
ูููุชู (ููุบูููุฑููู) ููุงููุฎูุจูุฑู
ุนูููู ุงููููุณูุฎูุฉู ุงููุฃูููููู ููุงููุฌูุฒูุงุกู ุนูููู ุงูุซููุงููููุฉู
(ูููุงูููู ุงููููููุฑูุงุชู) ููุญููู ูุงูุฑูุฌููู ููู ุงูุฏููุงุฑู
|
|
ู
ุง menunjukkan istifham, contoh:
ู
ูุง ุนูููุฏููู
โApa yang ada padamu?โ
Dan untuk jazaโ, contoh:
ู
ูุง ุชูุนูู
ููู ุชูุฌูุฒู
ุจููู
โApapun yang kamu lakukan, maka akan dibalasโ
Dalam sebagian naskah tertulis โmenunjukkan
khabarโ sebagai ganti dari kata โjazaโโ, contoh:
ุนูู
ูููุชู ู
ูุง
ุนูู
ูููุชู
โAku melakukan apapun yang kamu lakukanโ
Dan lain-lain, sebagaimana yang menunjukkan khabar
menurut naskah pertama, atau jazaโ menurut naskah kedua.
4.
Lafadz ูุง yang digunakan dalam isim-isim nakirah, contoh:
ูุงูุฑูุฌููู ููู
ุงูุฏููุงุฑู
โTidak ada seorang laki-lakipun di dalam rumahโ
|
Penjelasan :
Pembagian keseluruhan
shighat โam (umum) adalah sebagai berikut;
I.
Umum berdasarkan ketetapan (wadlaโ) lughat. Terbagi 2;
A.
Ketetapan lughat murni tanpa qarinah. Ada 5 macam;
1.
Seimbang digunakan pada yang berakal dan tidak berakal. Lafadznya adalah
sebagai berikut;
a.
ููููู, termasuk shighat paling
kuat. Contoh:
ููููู ููููุณู ุฐูุงุฆูููุฉู ุงููู
ูููุชู
โTiap-tiap yang berjiwa akan
merasakan matiโ
b.
ุฃูููู, baik istifham, syarthiyah
atau maushul. (Contoh lihat di terjemahan).
c.
ุงููููุฐููู, baik
mufrad, tastniyah, atau jamak. Contoh :
ุฃูููุฑูู
ู ุงูููุฐููู ุฌุงูุกููู
โMulyakan orang laki-laki
yang mendatangimuโ
ููุงููููุฐูุงูู ููุฃูุชูููุงููููุง ู
ูููููู
ู
ููุขุฐููููู
ูุง
โDan terhadap dua orang yang
melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanyaโ.
ููุงูููุฐูููู ุฌูุงููุฏููุง ูููููุง
ููููููุฏููููููููู
ู ุณูุจูููููุง
โDan orang-orang yang
berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada
mereka jalan-jalan Kamiโ.
d.
ุงูููุชููู,
Contoh :
ุฃูููุฑูู
ู ุงูููุชููู ุฌุงูุกููู
โMulyakan seorang perempuan
yang mendatangimuโ
e.
ุฌูู
ูููุนู,
Contoh :
ุฌุงูุกู ุฌู
ููููุนู ุงูููููู
ู
โTelah datang seluruh kaumโ
f.
ุณูุงุฆูุฑู, yang
diambil dari makna akar kata ุณูููุฑู (tembok batas kota) bukan dari ุณูุคูุฑู (sisa).
Contoh:
ุฎูุฑูุฌู ุณูุงุฆูุฑู ุงูููููู
ู
ููููุฌูููุงุฏู
โTelah keluar seluruh kaum
untuk berjihadโ
2.
Untuk yang berakal secara hakikat, namun terkadang dipakai yang tidak
berakal secara majaz,
yaitu lafadz ู
ููู. Umum digunakan untuk
laki-laki atau perempuan, merdeka atau budak. Baik berbentuk syarthiyah,
contoh:
ู
ููู ููุนูู
ููู ุณููุกูุง ููุฌูุฒู
ุจููู
โBarangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan
dengan kejahatan ituโ.
Atau istifhamiyah, contoh:
ู
ููู ุจูุนูุซูููุง ู
ููู
ู
ูุฑูููุฏูููุง
โSiapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?".
Atau maushulah, contoh:
ููููููููู ููุณูุฌูุฏู ู
ููู ููู
ุงูุณููู
ูููุงุชู ููุงููุฃูุฑูุถู
โHanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di
bumiโ.
3.
Untuk yang tidak berakal secara hakikat, namun
terkadang dipakai yang berakal secara majaz, yakni lafadz ู
ุงู. Baik
berbentuk syarthiyah, contoh:
ููู
ูุง ุชูููุนููููุง ู
ููู ุฎูููุฑู ููุนูููู
ููู ุงูููููู
โDan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan,
niscaya Allah mengetahuinyaโ.
Atau istifhamiyah, contoh:
ููู
ูุง ุฎูุทูุจูููู
ู ุฃููููููุง ุงููู
ูุฑูุณูููููู
โBerkata (pula) Ibrahim: "Apakah urusanmu yang
penting (selain itu), hai para utusan?"
Atau maushulah, contoh:
ู
ูุง ุนูููุฏูููู
ู ููููููุฏู ููู
ูุง ุนูููุฏู ุงูููููู ุจูุงูู
โApa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada
di sisi Allah adalah kekalโ.
4.
Untuk keterangan waktu saja, yakni lafadz ู
ูุชูู. Baik
berbentuk istifhamiyah, contoh:
ู
ูุชูู ููุฐูุง ุงููููุนูุฏู
โDan mereka berkata: "Kapankah (datangnya) janji ini?".
Atau syarthiyyah, contoh:
ู
ูุชูู ุฌูุฆูุชูููู ุฃูููุฑูู
ูุชููู
โKapanpun engkau mendatangiku, aku akan memuliakanmu".
5.
Untuk keterangan tempat saja, yakni lafadz ุฃููููู. Baik
berbentuk istifhamiyah, contoh:
ุฃููููู ุดูุฑูููุงุฆููู ุงูููุฐูููู
ููููุชูู
ู ุชูุดูุงูููููู ูููููู
ู
"Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu
selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mu'min)?"
Atau syarthiyyah, contoh:
ุฃููููู ู
ูุง ุชูููููููุง ููุฃูุชู
ุจูููู
ู ุงูููููู
โDi mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian
(pada hari kiamat)โ.
Selain itu ada lafadz ุญูููุซูู
ุงู yang berbentuk syarthiyah, contoh:
ููุญูููุซู ู
ูุง ููููุชูู
ู
ููููููููุง ููุฌููููููู
ู ุดูุทูุฑููู
โDan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnyaโ.
B.
Ketetapan lughat murni disertai qarinah. Ada 2 jenis:
1.
Qarinah dalam kalimat itsbat (positif), ada 4 macam;
a.
Jamak yang dimasuki alif lam, atau al-jamโu al-muโarraf
(jamak yang dimakrifatkan). Contoh:
ููุฏู ุฃูููููุญู ุงููู
ูุคูู
ูููููู
โSesungguhnya beruntunglah orang-orang yang berimanโ
b.
Jamak yang dimakrifatkan dengan idhafah, contoh:
ูููุตููููู
ู ุงูููููู ููู
ุฃูููููุงุฏูููู
ู
โAllah mensyari`atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk)
anak-anakmuโ.
c.
Mufrad yang dimakrifatkan dengan alif lam, disebut juga dengan isim
jinis contoh:
ุฅูููู ุงููุฅูููุณูุงูู ููููู
ุฎูุณูุฑู
โSesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugianโ
d.
Mufrad yang dimakrifatkan dengan idhafah, contoh:
ููููููุญูุฐูุฑู ุงูููุฐูููู
ููุฎูุงููููููู ุนููู ุฃูู
ูุฑููู
โMaka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasulโ.
2.
Qarinah dalam kalimat nafi (negatif)
Terdapat dalam isim nakirah yang terletak dalam
runtutan kalimat nafi, baik menggunakan ู
ุงูุ ููู
ูุ ููููุ ููููุณู ataupun yang lainnya. Hanya saja dalalahnya akan berbentuk nash
apabila dimabnikan fathah, contoh:
ูุงูุฑูุฌููู ููู ุงูุฏููุงุฑู
โTidak ada seorang
laki-lakipun di dalam rumahโ
Dan berbentuk dzahir apabila tidak mabni
fathah, contoh:
ู
ุงู ููู ุงูุฏููุงุฑู ุฑูุฌููู
โTidak ada seorang
laki-lakipun di dalam rumahโ
Hal-hal yang semakna dengan nafi hukumnya
disamakan. Seperti nahi, contoh:
ูุงู ุชูุถูุฑูุจู ุฃูุญูุฏุงู
โJanganlah kamu memukul
seseorangโ
Atau istifham inkari, contoh:
ูููู ุชูุนูููู
ู ูููู ุณูู
ููููุง
โApakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut
disembah)?โ
Nakirah dalam dalam runtutan kalimat syarthi
hukumnya juga disamakan. Contoh:
ููุฅููู ุฃูุญูุฏู ู
ููู
ุงููู
ูุดูุฑูููููู ุงุณูุชูุฌูุงุฑููู ููุฃูุฌูุฑููู
โDan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta
perlindungan kepadamu, maka lindungilahโ.
II.
Umum berdasarkan Urf
Terdapat dalam mafhum mufawaqah yang aulawi
(lebih tinggi) dan musawi (menyamai). Contoh:
ููููุง ุชููููู ููููู
ูุง ุฃูููู
โMaka sekali-kali jangan kamu mengatakan kepada keduanya perkataan
"ah".
Urf dalam hal ini memindah lafadz dalam contoh di
atas menuju makna segala macam perbuatan menyakiti yang lebih tinggi dibanding
perkataan โahโ, seperti memukul dan lain-lain.
ุฅูููู ุงูููุฐูููู ููุฃูููููููู
ุฃูู
ูููุงูู ุงููููุชูุงู
ูู ุธูููู
ูุง
โSesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalimโ.
Urf mengumumkan pada semua bentuk perusakan yang
menyamai memakan harta dengan titik persamaan berupa membuat dharar
(membahayakan) atas harta anak yatim.
III.
Umum berdasarkan akal
Batasannya adalah setiap hukum yang dikaitkan
dengan sifat, sehingga menyimpulkan sifat tersebut menjadi illatnya. Contoh:
ุงูููุทูุนู ููุฏู ุงูุณููุงุฑููู
โPotonglah tangan orang yang mencuriโ
ุฃูููุฑูู
ู ุงูุนูุงููู
ู
โMulyakanlah orang alimโ
Contoh-contoh di atas mengindikasikan bahwa sifat
yang menjadi illat dari terbangunnya sebuah hukum. Sehingga secara akal
menetapkan bahwa setiap ditemukan sifat tersebut, maka hukum juga ditemukan.
Perantaraan akal inilah yang membantu lafadz-lafadz di atas menunjukkan sifat
umum [1][35].
Pertanyaan :
Bagaimana klasifikasi dari
lafadz umum?
Jawab :
Ada 2 pembagian.
1.
Umum bentuk lafadz dan maknanya, yakni yang lafadznya berbentuk jamak dan
maknanya istighraq (menghabiskan afrad-nya), baik ada bentuk mufradnya,
contoh ุงููุฑููุฌูุงูู atau tidak ada bentuk
mufradnya, contoh ุงููุงูุจุงูุจููููู.
2.
Umum maknanya saja, yakni yang lafadznya berbentuk mufrad dan maknanya istighraq. Terbagi dua macam;
a.
Lafadz yang mencakup kumpulan, tidak setiap individunya. Dan hukum
ditetapkan pada individu karena masuk dalam kumpulan tersebut. Contoh lafadz ุงูุฑููููุทู (sekumpulan),
ุงูููููู
ู (kaum), ุงููุฌูููู (bangsa
jin), ุงูุฅูููุณู (bangsa manusia), dan ุงูุฌูู
ูููุนู (seluruhnya).
b.
Lafadz yang mencakup tiap individu secara menyeluruh, dan hukum mengikat
setiap satu persatu baik saat kumpul atau sendiri-sendiri. Contoh;
ู
ููู ุฏูุฎููู ููุฐูุง ุงูุญูุตููู ูููููู ุฏูุฑูููู
ู
โBarangsiapa masuk benteng
ini, maka baginya satu dirhamโ
Referensi :
ููุงุนูููู
ู ุฃูููู ุฃูููููุงุธู ุงููุนูู
ููู
ู ููุณูู
ุงููู ุงููุฃูููููู ุงูุนูุงู
ูู
ุจูุตููุบูุชููู ููู
ูุนูููุงูู ูููููู ู
ูุฌูู
ูููุนู ุงููููููุธู ููู
ูุณูุชูุบูุฑููู ุงูู
ูุนูููู
ุณูููุงุกู ูุงููู ูููู ููุงุญูุฏู ู
ููู ููููุธููู ููุงูุฑููุฌูุงูู ุฃููู ูุงู ูุงููุงูุจุงูุจููููู
ุงููุซููุงููู ุงูุนูุงู
ูู ุจูู
ูุนูููุงูู ููููุทู ูููููู ู
ูููุฑูุฏู ุงููููููุธู ููู
ูุณูุชูุบูุฑููู
ุงูู
ูุนูููู ูููููู ููููููุณูู
ู ุฅูููู ููุณูู
ููููู ู
ูุง ููุชูููุงูููู ุงูู
ูุฌูู
ูููุนู ูุงู
ููููู ููุฑูุฏู ููุญูููุซู ุซูุจูุชู ุงูุญูููู
ู ูููุฃูููุฑูุงุฏู ุฅููููู
ูุง ูููู ููุฏูุฎูููููููุง
ููู ุงูู
ูุฌูู
ูููุนู ููุงูุฑููููุทู ููุงูููููู
ู ููุงููุฌูููู ููุงููุฅูููุณู ููุงูุฌูู
ูููุนู
ููู
ุงู ููุชูููุงูููู ููููู ููุงุญูุฏู ุนูููู ุณูุจููููู ุงูุดููู
ููููู ุจูุฃููู ููุชูุนูููููู
ุงูุญูููู
ู ุจูููููู ููุฑูุฏู ุงูุฌูุชูู
ูุงุนุงู ููุงููููุฑูุงุฏูุง ููุญููู ู
ููู ุฏูุฎููู ููุฐูุง
ุงูุญูุตููู ูููููู ุฏูุฑูููู
ู ุงูู (ุงูููููููุญูุงุชู ุตู71)
โKetahuilah bahwa lafadz-lafadz umum ada 2 pembagian. Pertama, umum
bentuk lafadz dan maknanya, yakni yang lafadznya berbentuk jamak dan maknanya
istighraq (menghabiskan afrad-nya), baik ada bentuk mufradnya, contoh ุงููุฑููุฌูุงูู atau tidak ada bentuk
mufradnya, contoh ุงููุงูุจุงูุจููููู. Kedua, umum maknanya saja, yakni yang lafadznya
berbentuk mufrad dan maknanya istighraq. Terbagi dua; 1). Lafadz yang mencakup
kumpulan, tidak setiap individunya. Dan hukum ditetapkan pada individu karena
masuk dalam kumpulan tersebut. Contoh lafadz ุงูุฑููููุทู (sekumpulan),
ุงูููููู
ู (kaum), ุงููุฌูููู (bangsa
jin), ุงูุฅูููุณู (bangsa manusia), dan ุงูุฌูู
ูููุนู (seluruhnya). 2). Lafadz yang mencakup tiap individu
secara menyeluruh, dan hukum mengikat setiap satu persatu baik saat kumpul atau
sendiri-sendiri. Contoh; โBarangsiapa masuk benteng ini, maka baginya satu
dirhamโ.
(ููุงููุนูู
ูููู
ู ู
ููู
ุตูููุงุชู ุงููููุทููู ูููุงูููุฌูููุฒู ุฏูุนูููู ุงููุนูู
ูููู
ู ููู ุบูููุฑููู ู
ููู
ุงููููุนููู ููู
ูุง ููุฌูุฑููู ู
ูุฌูุฑูุงูู) ููู
ูุง ููู ุฌูู
ูุนููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู
ููุณููููู
ู ุจููููู ุงูุตูููุงูุชููููู ููู ุงูุณููููุฑู ุฑูููุงูู ุงููุจูุฎูุงุฑูู ููุงูููููู
ูุงู ููุนูู
ูู ุงูุณููููุฑู ุงูุทูููููููู ููุงููููุตูููุฑู ููุงูููููู ุงููููู
ูุง ููููุนู ููู
ููุงุญูุฏู ู
ูููููู
ูุง ููููู
ูุง
|
|
Umum adalah bagian dari sifat-sifat ucapan. Dan tidak diperbolehkan
mengklaim umum pada selain ucapan, berupa perbuatan atau yang sejenis.
Sebagaimana dalam masalah jamak shalatnya Rasulullah saw pada waktu
bepergian, yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari. Dalam hal ini (bepergian yang
dimaksud) tidak bisa berlaku umum untuk bepergian jarak jauh dan dekat. Dan
bahwasanya (jamak shalat) tersebut hanya terjadi pada salah satunya. Contoh
lain seperti halnya masalah
ketetapan hukum
|
ููู ููุถูุงุฆููู
ุจุงููุดููููุนูุฉู ููููุฌูุงุฑู ุฑูููุงูู ุงููููุณูุงุฆูููู ุนููู ุงููุญูุณููู ู
ูุฑูุณููุงู ,
ููุงูููููู ูุงู ููุนูู
ูู ููููู ุฌูุงุฑู ููุงุญูุชูู
ูุงูู ุฎูุตูููุตููููุฉู ููู ุฐูููู
ุงูุฌุงูุฑู
|
|
Rasullullah
saw bahwa hak syufโah diperuntukkan
bagi tetangga, diriwayatkan Imam An-Nasaโi dari Hasan berbentuk hadits
Mursal. Ketetapan ini tidak bisa berlaku umum untuk setiap tetangga, karena
dimungkinkan ada spesifikasi khusus pada tetangga tersebut.
|
Penjelasan :
Umum (โam) adalah
sifat dari perkataan. Perbuatan yang ditetapkan (ุงูููุนููู ุงูู
ูุซูุจูุชู) tidak
bisa disifati dengan umum, seperti contoh shalat jamak di atas. Berbeda halnya
jika perbuatan tersebut dinafikan (ุงูููุนููู ุงูู
ููููููู), maka
memiliki sifat umum, karena disetarakan dengan isim nakirah.
Ketetapan hukum (qadlaya) seperti penetapan hak syufโah[2][36]
bagi tetangga dan kafarat bagi orang yang tidak puasa juga tidak bisa disifati
umum[3][37].
Pertanyaan :
Mengapa perbuatan dan
ketetapan hukum tidak bisa bersifat umum?
Jawab :
Karena perbuatan tersebut
terjadi pada satu sifat dan keadaan. Apabila sifat diketahui, maka hukum
ditentukan dengan sifat tersebut. Namun jika tidak diketahui, maka akan menjadi
dalil mujmal. Dan ketetapan hukum dalam beberapa โain (benda), juga tidak bisa
disifati umum karena ada kemungkinan ketetapan tersebut didasarkan sifat khusus
yang ada dalam sebuah kasus. Contoh Nabi saw menetapkan hak syufโah pada tetangga, maksudnya adalah
yang memiliki sifat bersekutu dalam kepemilikan, bukan tetangga secara umum.
Referensi :
ูุงููู ุงูุดูููุฎู ุฃูุจููู ุฅูุณูุญูุงูู ููู ุงููููู
ูุนู ููุฃูู
ุงูู ุงูุฃูููุนูุงูู ูููุงู
ููุตูุญูู ููููููุง ุฏูุนูููู ุงูุนูู
ูููู
ู ููุฃููููููุง ุชูููุนู ุนูููู ุตูููุฉู ููุงุญูุฏูุฉู
ููุฅููู ุนูุฑูููุชู ุชููููู ุงูุตููููุฉู ุงูุฎูุชูุตูู ุงูุญูููู
ู ุจูููุง ููุฅููู ููู
ู ุชูุนูุฑููู
ุตูุงุฑู ู
ูุฌูู
ูููุง ููููุฐููููู ุงูููุถูุงูุงู ููู ุงูุฃูุนูููุงูู ููุง ููุฌูููุฒู ุฏูุนูููู
ุงูุนูู
ูููู
ู ูููููุงู ููุฐููููู ู
ูุซููู ุฃููู ููุฑูููู ุฃูููู ุงููููุจููู ุตููููู ุงูููู
ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุถูู ุจุงููุดููููุนูุฉู ููููุฌูุงุฑู ููููุถูู ููู ุงูุฅูููุทูุงุฑู ุจูุงูููููุงุฑูุฉู ููู
ุงู ุฃูุดูุจููู ุฐููููู ูููุงู ููุฌูููุฒู
ุฏูุนูููู ุงูุนูู
ูููู
ู ููููููุง ุจููู ููุฌูุจู ุงูุชููููููููู ูููููู ููุฃูููููู ููุฌูููุฒู
ุฃููู ูููููููู ููุถูู ุจูุงูุดููููุนูุฉู ููุฌูุงุฑู ููุตูููุฉู ููุฎูุชูุตูู ุจููุงู
(ุงูููููููุญูุงุชู ุตู75)
โSyekh Abu Ishaq berkata dalam kitab al-Lumaโ, bahwa beberapa perbuatan
tidak bisa didakwa (disifati) umum, karena perbuatan tersebut terjadi pada satu
sifat (keadaan). Apabila sifat diketahui, maka hukum ditentukan dengan sifat
tersebut. Namun jika tidak diketahui, maka akan menjadi dalil mujmal. Dan
ketetapan hukum dalam beberapa โain (benda), juga tidak bisa disifati umum.
Seperti diriwayatkan Nabi saw menghukumi hak syufโah bagi tetangga dan kafarat
bagi yang tidak berpuasa Ramadhan dan kasus-kasus serupa. Maka tidak boleh
disifati umum, namun wajib ditangguhkan (sampai jelas sifatnya), karena ada kemungkinan Nabi menetapkan hukum
tersebut didasarkan sifat khusus yang ada dalam kasus tersebutโ.
0 Komentar untuk "lafadz 'am"